INFO PENTING: Republik Sepatu hanya melayani pemesanan produk secara online dan COD di Jakarta dan Depok. Gratis ongkir via jne , tiki, pos untuk wilayah Jabodetabek. INFO PENTING: Pemesanan produk dapat juga dilakukan langsung melalui WhatsApp ke nomor +62813-8760-3583
Beranda » Artikel Terbaru » Sejarah Perkembangan Sepatu dari Jaman Old hingga Now

Sejarah Perkembangan Sepatu dari Jaman Old hingga Now

Diposting pada 29 June 2019 oleh superadmin | Dilihat: 107 kali
Sejarah Perkembangan Sepatu dari Jaman Old hingga Jaman Now

Sejarah Perkembangan Sepatu dari Jaman Old hingga Jaman Now

Sepatu merupakan alas kaki yang menjadi bagian fashion manusia jaman now dalam beraktivitas sehari-hari seperti untuk bepergian, bekerja, berolahraga dan belajar di sekolah atau di kampus tidak lepas dari yang namanya sepatu. Dengan menggunakan sepatu penampilan seseorang selain sedap dipandang juga terlihat rapi. Namun, rupanya manusia pada jaman old juga sudah menggunakan sepatu untuk alas kakinya tentu dengan model yang tidak seperti model sepatu di jaman now. Tapi, tak dapat dipungkiri keberadaan sepatu-sepatu modern yang ada sekarang tidak lepas dari perkembangan sepatu dari jaman old.

Tanggal 19 September 1991 menjadi tanggal penting mengungkap sejarah sepatu karena pada tanggal tersebut ditemukan mumi di gletser Pegunungan Alpen Ötztal. Dimana para peneliti menemukan sepasang sepatu primitif yang terpelihara dengan baik yang dikenakan di kaki Ötzi. Bagian atas sepatu terbuat dari kulit rusa sedangkan bagian dalam sepatu terbuat dari kulit linden kulit pohon, lapisan bantalan dan isolasi terbuat dari serat rumput, dan sol terbuat dari kulit beruang. Alas kaki tersebut diperkirakan berumur sekitar 5.300 tahun. Penemuan ini, dikombinasikan dengan penelitian yang dilakukan pada kerangka manusia di Cina yang berusia 40.000 tahun serta lukisan yang ditemukan di Gua Altamira yang berasal dari 15.000 – 12.000 SM yang menunjukkan bahwa manusia sudah mengembangkan kebutuhan untuk melindungi kakinya dalam beraktivitas.

Sejarah sepatu tidak dapat memastikan sepatu yang pertama kali digunakan manusia, karena perbedaan wilayah dan kebutuhan alas kaki. Mulai dari bulu binatang yang dililitkan di kaki dan betis hingga daun palem yang terikat di bawah kaki. Sepatu jenis awal ini masing-masing menawarkan perlindungan dari dingin dan panas. Di daerah dingin penemuan seperti ini adalah pendahulu sepatu, sedangkan di daerah panas mereka berfungsi sebagai prototipe sandal. Dengan demikian, perkembangan sepatu sangat dipengaruhi oleh kondisi masing-masing. Migrasi massal dari (abad ke-3 hingga ke-6) dan Perang Salib (dari abad ke-11 hingga ke-15) memungkinkan kombinasi berbagai mode alas kaki, yang hingga saat itu tetap terpisah.

Banyak alas kaki yang tersedia saat ini jelas dipengaruhi oleh alas kaki masa lalu. Pembuatan sepatu, konstruksi sepatu, dan metode produksi sepatu hampir tidak berubah sejak abad ke-19. Satu-satunya aspek dari produksi sepatu yang telah berubah secara drastis adalah penyamakan. Apa yang ingin dicapai manusia di zaman prasejarah diterima begitu saja hari ini. Sepatu pria modern yang terbuat dari kulit premium bertahan sangat lama ketika dirawat dengan perawatan yang tepat. Mereka juga menjanjikan pasangan yang sempurna, yang pada gilirannya membantu para pemakai menjaga kaki yang sehat.

Zaman Prasejarah, manusia sudah merasakan kebutuhan untuk melindungi kaki mereka saat beraktivitas sekitar 40.000 tahun yang lalu. Sepatu pertama terdiri dari kulit binatang dan bulu yang melilit kaki. Purbakala Klasik, zaman kuno klasik menandai fase puncak pertama pengembangan sepatu. Baik sandal maupun opanci, sepatu berfungsi sebagai simbol pengidentifikasian pangkat sosial. Abad Pertengahan, produksi sepatu berkembang selama periode ini. Selama berabad-abad ini, jenis sepatu baru diperkenalkan, tumit diciptakan, dan bahkan sepatu Goodyear-welted dikembangkan. Abad ke-19, menjadi landasan untuk mode sepatu pria hari ini dalam hal desain sepatu dan metode produksi. Abad ke-20, dimana bahan sintetis menaklukkan industri sepatu. Merekatkan jahitan yang diganti dan mengeluarkan banyak sepatu murah. Abad ke-20 juga menyaksikan meningkatnya permintaan konsumen baru.

Sementara kemunculan brand atau merk-merk sepatu ternama sekarang ini juga tidak lepas dari perkembangan di masa lalu. Berikut sejarah perkembangan brand sepatu ternama susuai jamannya:

1. Plimsolls
Sepatu yang pertama kali dibuat beralaskan sol karet yang dibuat sekitar tahun 1800

2. Keds (1916)
Keds (dibaca: Kets) merupakan brand asal Amerika yang memperkenalkan sepatu beralaskan sol karet dengan badan yang terbuat dari kanvas. Keds di buat pertama kali pada tahun 1916 oleh U.S Robber Company (Lalu mengganti nama menjadi Uniroyal, lalu Uniroyal Goodrich, dan yang di kenal sekarang yaitu Michellin) lalu dibeli oleh Stride Rite dan terakhir dimiliki oleh Collective Brands.
Nama Keds tadinya akan di beri nama Peds, yang dalam bahasa Latin artinya “kaki”. Tetapi hal itu tidak terjadi karena brand itu sudah terpakai. Pada tahun 1917, Keds di beri nama lain yaitu Sneakers, karena bahannya yang halus dan pada saat itu terjadi produksi massal dikarenakan masyarakat sangat senang dengat merk ini.
Tahun 1960-1970, keds mengeluarkan sepatu khusus atlet yang di namakan Pro-Keds. Kebanyakkan sepatu ini menjual sepatu basket. Di India, Keds sudah menjadi panggilan semua sepatu atlet.
Pada tahun 1990 hingga 2008, Keds sempat dilupakan pada tahun 1990an, tetapi tahun 2000, penjualan pun naik drastis akibat pengeluarkan “The Champion” sneaker kulit berwarna putih dan hitam yang laku di pasaran. Lalu membuka Keds Studio yang dapat dimanfaatkan pembeli untuk mendesign sepatu nya sendiri dengan menambahkan gambar atau tulisan yang dia mau. Dan terakhir, pada tahun 2008, Keds mengeluarkan produk Keds Green yang ramah lingkungan. Keds mengeluarkan sepatu yang mengandung 20% karet sol daur ulang, tinta yang tidak beracun atau ramah lingkungan, eyelets bebas nikel, dan tali sepatu yang terbuat dari 100% daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET),

3. Converse
Converse adalah perusahaan sepatu yang sudah ada sejak abad ke 20. Perusahaan ini di buat oleh seorang manager sepatu, yaitu Marquis Mills Converse pada tahun 1908. Perusahaan ini pada awalnya merupakan perusahaan sepatu yang membuat sepatu laki-laki, perempuan dan anak-anak khusus musim dingin. Converse membuat 4000 pasang sepatu setiap harinya pada awalnya, tetapi pada tahun 1915, converse sudah memulai membuat sepatu untuk atlet tenis.

Titik balik perusahaan ini adalah ketika tahun 1917, Converse All Star Basket Shoe di perkenalkan. Kemudian pada tahun 1921, seorang pemain basket bernama Charles H. “Chuck” Taylor mengeluh akan kakinya yang sakit. Lalu, Converse memberikan Chuck pekerjaan, yaitu menjadikan nya seorang Salesman sekaligus duta besar untuk mempromosikan Converse ke seluruh Amerika. Sedangkan pada tahun 1923, tanda tangannya pun tertera di patch All Star. Chuck berkerja sampai 1969 sebelum kematiannya.

Pada tahun 1940an, Converse memproduksi sepatu untuk orang-orang militer karena pada masa itu adalah masa Perang Dunia. Pada akhirnya karena Converse berkembang pesat sebagai iconic brand, perusahaan tersebut membeli hak merek dagang sepatu Jack Purcell dari B.F Goodrich pada tahun 1970.

4. Adidas dan Puma
Sejarah merek sepatu yang sangat terkenal ini di mulai pada tahun 1920 oleh Adi (Adolf) Dassler di rumang cuci milik Ibunya. Waktu itu Adi Dassler membuat proyek kecil-kecilan dengan membuat sepatu olah raga. Karena tingginya kualitas sepatu yang dihasilkannya, akhirnya bisnis kecil-kecilan pun membuahkan hasil. Pada tahun 1924, Adi Dassler dan saudaranya Rudolf Dassler mendirikan “Dassler Brothers OGH” yang nantinya akan menjadi cikal bakal Adidas sekarang.

Komitmen Adi Dassler pada kualitas, membawa Bassler Brothers sebagai produsen sepatu berkualitas tinggi, sehingga sering dipakai oleh atlit-atlit legendaris masa itu untuk Olimpiade. Puncak keterkenalan sepatu Dassler Brothers adalah ketika Jesse Owen menjadi atlit paling sukses pada Olimpiade Berlin pada tahun 1936 dengan mengenakan sepatu buatan Dassler.

Pada tahun 1948, Adi dan Rudolf memutuskan untuk berpisah dan masing-masing membuat merk sepatu sendiri. Rudolf membuat merk sepatu “Puma dan Adi membuat merk “Adidas”. Pengambilan nama Adidas berasal dari nama Adi Dassler dengan menggabungkan nama depan Adi dan satu suku kara nama belakang Dassler yaitu “das” sehingga menjadi kata Adidas. Nama asli dari Adi Dassler adalah Adolf Dassler. Tapi orang Jerman sering memanggil nama Adolf menjadi Adi. DI dukung oleh bidang penyiaran dan pertelevisian, adidas menikmati keuntungan dari acara olahraga seperti Olimpiade atau sepak bola, karena loga 3 sripes mereka mudah dikenali dari jauh. Ia pun mendaftarkan logo 3 Stripes sebagai trademark dari adidas. 3 stripes yang diciptakan agar kaki stabil, namu menjadi logo.

5. Nike
Nike adalah nama yang berbasis dewi Yunani yang berarti kemenangan. Merek sepatu yang memiliki slogan “Just Do It” ini didirikan oleh atlet sekaligus pengusaha Oregeon bernama Philip Knight pada tahun 1964. Philip yang mengagas impor sepatu lari dari Jepang untuk bersaing dengan Puma dan Adidas yang kemudian mendominasi pasar sepatu di Amerika Serikat. Keuntungannya, tenaga kerja Jepang dapat dibayar murah, sehingga harga sepatu Nike ini memiliki harga yang lebih terjangkau.

Pada tahun 1970, Nike hanya memproduksi sepatu untuk profesional, tapi karena Philip memperhatikan revolusi sepatu, akhirnya di buatlah sepatu untuk pelari non-professional. Pada tahun ini, Philip juga berusaha untuk memperluas tempat pemasarannya dan mengubah image sepatu lari menjadi sepatu fashion yang dapat menarik pembeli mulai dari range anak-anak sampai dewasa.

Pada tahun 1979, perusahaan telah menguasai setengah pasar di Amerika Serikat dan dengan memperoleh pendapatan sebesar US $ 149 juta. Pada pertengahan 1980, posisi perusahaan tampaknya tak tergoyahkan, namun secara mendadak muncul serangan dari pihak saingan yaitu, Reebok. Tapi pada tahun 1990 Nike kembali memimpin perusahaan, terutama karena pengenalan dari sepatu “Air Jordan” yang didukung oleh bintang basket Michael Jordan.

Pada tahun 2006-sekarang, sepatu wedges, heels merupakan sepatu yang digemari oleh para wanita. Brand untuk sepatu sekarang sudah sangat banyak sekali. Mulai dari Jimmy Choo, atau brand-brand khusus sepatu lainnya. Lalu brand-brand yang tas juga mengeluarkan sepatu, contohnya Chanel, Tory Burch dan lain lain. Bahkan artis di luar negri atau pun di dalam negri sudah mengeluarkan sepatu dengan brand yang mereka buat.

Bagikan informasi tentang Sejarah Perkembangan Sepatu dari Jaman Old hingga Now kepada teman atau kerabat Anda.

Sejarah Perkembangan Sepatu dari Jaman Old hingga Now | Republik Sepatu

Komentar dinonaktifkan: Sejarah Perkembangan Sepatu dari Jaman Old hingga Now

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
Popular!
QUICK ORDER
Sepatu Nike Vapormax Plus

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Sepatu Nike Vapormax Plus Rp 475.000
Ready Stock / NKVMP
Rp 475.000
Ready Stock / NKVMP
QUICK ORDER
Sneakers Under Armour Stefan Curry 6

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Sneakers Under Armour Stefan Curry 6 Rp 600.000
Ready Stock / UASC6
Rp 600.000
Ready Stock / UASC6
Popular!
QUICK ORDER
Sepatu Nike Air Huarache Drift

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Sepatu Nike Air Huarache Drift Rp 425.000
Ready Stock / NKAHD
Rp 425.000
Ready Stock / NKAHD
SIDEBAR

Tentang Kami

Republik Sepatu adalah toko sepatu online sepatu olahraga untuk pria dan wanita dari berbagai merk ternama seperti Nike, Adidas, Asics, Puma, Reebok, Asics, Balenciaga, dll. Tersedia sepatu running, sepatu tenis, sepatu sepakbola, sepatu futsal, sepatu basket, sepatu sneakers, sepatu balap sepeda dan sepatu sport lainnya dalam banyak pilihan varian warna/corak/model dan ukuran dengan harga murah.

Alamat: Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Indonesia. Telp/SMS/WhatsApp +62 813-8760-3583